nie gan utk yg sedang butuh gwa kasih


Oleh :
M.Nazar Rurrahman
Kelas : IX-5
M.Nazar Rurrahman
Kelas : IX-5
KATA PENGANTAR
Kehidupan
manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang
semakin berkembang. Dengan bioteknologi ini manusia dapat dengan mudah memenuhi
kebutuhannya.
Melalui
makalah ini saya ingin menjelaskan secara sederhana tentang bioteknologi
khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui
tentang apa bioteknologi itu serta tujuan yang diperoleh setelah menggunakan
bioteknologi yang semakin canggih ini.
Seperti
pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan
makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu
kepada para pembaca khususnya guru mata pelajaran ini dimohon kritik dan saran
yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan saya di bidang ini.
Banda aceh, 13 Maret
2011
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul
………………………………………………….……………i
Kata
Pengantar………………………………………………………..……… ii
Daftar Isi
……………………………………………………………………iii
PENDAHULUAN ……………………………………………………1
Latar Belakang
Masalah……………………………………………… 1
Permasalahan…………………………………………………………..
1
Tujuan Penulisan
……………………………………………………. 1
Metode Penulisan
……………………………………………………. 2
Kegunaan Karya Tulis
Ilmiah…………………………………………. 2
A. BIOTEKNOLOGI………………………………………………
B.
PRODUK-PRODUK
BIOTEKNOLOGI……………………….
Rekayasa genetika……………………………………………………………………
Proses introduksi gen……………………………………………………………….
Mutagenesis
………………………………………………………………………
Human Genome
Project………………………………………………………
Aplikasi di Bidang Medis…………………………………………………………..
Sel Punca……………………………………………………………………………
Bioteknologi bidang
pertanian………………………………….
Bioteknologi bidang
peternakan…………………………………
Bioteknologi bahan
bakar masa depan…………………………..
Bioteknologi
pengolahan limbah………………………………..
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Masalah
Bioteknologi yang semakin meningkat
merupakan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi,
perlu disadari bahwa dengan adanya bioteknologi yang semakin berkembang belum
menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat suatu negara, karena masihbanyak
masyarakat yang tingkat ekonominya rendah sehingga penggunan bioteknologi yang
kurang merata.
Bergerak dari hal-hal tersebut di
atas maka kesempatan ini saya menyusun
karya tulis ilmiah dengan judul
bioteknologi.
Permasalahan
Sehubungan dengan latar belakang
masalah di atas, permasalahn yang
dibahas dalam karya tulis ilmiah ini
adalah sebagai berikut:
1. Apakah bioteknologi itu?
Faktor-faktor apakah yang mendorong
berkembangnya bioteknoligi?
2. Ada berapa macam bioteknologi
itu?
3. Ada berapa macam langkah-langkah
utama meningkatkan
bioteknologi?
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah:
1. Mendeskripsikan pengertian
bioteknologi dan menyebutkan faktor-
faktor yang mendorong berkembangnya
bioteknologi.
2. Menyebutkan macam-macam
bioteknologi.
3. Mendeskripsikan langkah-langkah
utama untuk meningkatkan
bioteknologi.
4. Menjelaskan tujuan bioteknologi
Metode
Penulisan
Karya tulis ini dibuat dengan
menggunakan metode pustaka dan metode
pengamatan.
Kegunaan
Karya Tulis Ilmiah
Hasil karya tulis ilmiah ini
diharapkan dapat berguna bagi sekjolah khususnya dalam proses belajar mengajar
serta berguna bagi masyarakat umum. Karya tulis ini juga dapat mengembangkan
bioteknologi dengan baik dan benar.
Bioteknologi
A.BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang
mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk
hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan
barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari
pada biologi semata, tetapi juga pada
ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain,
bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam
proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi
secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu.
Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi
hewan.
Di bidang medis, penerapan bioteknologi di
masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas
akibat proses fermentasi yang tidak sempurna.
Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi
antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Pada
masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju.
Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan
kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang
belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk
juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang
mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh
seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa
genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan
sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa,
serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan
bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan
penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan
menggunakan bakteri jenis baru.
Kemajuan
di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi
perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan
mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.
Bioteknologi
secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi
teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu
organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada
organisme tersebut.
Perubahan
sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya
organisme baru" produk bioteknologi dengan sifat - sifat yang
menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara lain[2]:
- Jagung resisten hama serangga
- Kapas resisten hama serangga
- Pepaya resisten virus
- Enzim pemacu produksi susu pada sapi
- Padi mengandung vitamin A
- Pisang mengandung vaksin hepatitis
B.PRODUK-PRODUK
BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi memiliki beberapa jenis atau
cabang ilmu yang beberapa diantaranya diasosikan dengan warna, yaitu:
Bir,
salah satu produk bioteknologi putih konvensional.
- Bioteknologi merah (red biotechnology) adalah cabang ilmu bioteknologi yang mempelajari aplikasi bioeknologi di bidang medis. Cakupannya meliputi seluruh spektrum pengobatan manusia, mulai dari tahap preventif, diagnosis, dan pengobatan. Contoh penerapannya adalah pemanfaatan organisme untuk menghasilkan obat dan vaksin, penggunaan sel induk untuk pengobatan regeneratif, serta terapi gen untuk mengobati penyakit genetik dengan cara menyisipkan atau menggantikan gen abnomal dengan gen yang normal.
- Bioteknologi putih/abu-abu (white/gray biotechnology) adalah bioteknologi yang diaplikasikan dalam industri seperti pengembangan dan produksi senyawa baru serta pembuatan sumber energi terbarukan. Dengan memanipulasi mikroorganisme seperti bakteri dan khamir/ragi, enzim-enzim juga organisme-organisme yang lebih baik telah tercipta untuk memudahkan proses produksi dan pengolahan limbah industri. Pelindian (bleaching) minyak dan mineral dari tanah untuk meningkakan efisiensi pertambangan, dan pembuatan bir dengan khamir.
- Bioteknologi hijau (green biotechnology) mempelajari aplikasi bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan. Di bidang pertanian, bioteknoogi telah berperan dalam menghasilkan tanaman tahan hama, bahan pangan dengan kandungan gizi lebih tinggi dan tanaman yang menghasilkan obat atau senyawa yang bermanfaat. Sementara itu, di bidang peternakan, binatang-binatang telah digunakan sebagai "bioreaktor" untuk menghasilkan produk penting contohnya kambing, sapi, domba, dan ayam telah digunakan sebagai penghasil antibodi-protein protektif yang membantu sel tubuh mengenali dan melawan senyawa asing (antigen).
- Bioteknologi biru (blue biotechnology) disebut juga bioteknologi akuatik/perairan yang mengendalikan proses-proses yang terjadi di lingkungan akuatik. Salah satu contoh yang paling tua adalah akuakultura, menumbuhkan ikan bersirip atau kerang-kerangan dalam kondisi terkontrol sebagai sumber makanan, (diperkirakan 30% ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia dihasilkan oleh akuakultura). Perkembangan bioteknologi akuatik termasuk rekayasa genetika untuk menghasilkan tiram tahan penyakit dan vaksin untuk melawan virus yang menyerang salmon dan ikan yang lain. Contoh lainnya adalah salmon transgenik yang memiliki hormon pertumbuhan secara berlebihan sehingga menghasilkan tingkat pertumbuhan sangat tinggi dalam waktu singkat.
Rekayasa genetika
Rekayasa genetika adalah prosedur dasar dalam
menghasilkan suatu produk bioteknologi. Secara umum, rekayasa genetika
melakukan modifikasi pada mahluk hidup melalui transfer gen dari suatu
organisme ke organisme lain. Prosedur rekayasa genetika secara umum meliputi:
- Isolasi gen.
- Memodifikasi gen sehingga fungsi biologisnya lebih baik.
- Mentrasfer gen tersebut ke organisme baru.
- Membentuk produk organisme transgenik.
Prosedur pembentukan
organisme transgenic ada dua, yaitu:
- Melalui proses introduksi gen
- Melalui proses mutagenesis
Proses introduksi gen
Beberapa langkah dasar proses
introduksi gen adalah:
- Membentuk sekuen gen yang diinginkan yang ditandai dengan penanda yang spesifik
- Mentransformasi sekuen gen yang sudah ditandai ke jaringan
- Mengkultur jaringan yang sudah mengandung gen yang ditransformasikan
- Uji coba kultur tersebut di lapangan
Mutagenesis
Memodifikasi
gen pada organisme tersebut dengan mengganti sekuen basa nitrogen pada DNA yang
ada untuk diganti dengan basa nitrogen lain sehingga terjadi perubahan sifat
pada organisme tersebut, contoh: semula sifatnya tidak tahan hama menjadi tahan
hama. Agen mutagenesis ini biasanya dikenal dengan istilah mutagen. Beberapa
contoh mutagen yang umum dipakai adalah sinar gamma (mutagen fisika) dan etil
metana sulfonat (mutagen kimia).
Human Genome Project
Human
Genome Project adalah
usaha international yang dimulai pada tahun 1990 untuk mengidentifikasi semua
gen (genom) yang terdapat pada DNA dalam sel manusia dan memetakan lokasinya
pada tiap kromosom manusia yang berjumlah 24. Proyek ini memiliki potensi tak
terbatas untuk perkembangan di bidang pendekatan diagnostik untuk mendeteksi
penyakit dan pendekatan molekuler untuk menyembuhkan penyakit genetik manusia
Aplikasi di Bidang Medis
Aplikasi
dari bioteknologi medis sudah berlangsung lama, sebagai contoh 100 tahun lalu
lintah umum digunakan untuk merawat penyakit dengan cara membiarkan lintah
menyedot darah pasien bloodletting| bloodletting. Hal ini dipercaya dapat
menghilangkan darah yang sudah terjangkit penyakit. Pada zaman sekarang, lintah
ditemukan memiliki enzim pada kelenjar salivanya yang dapat menghancurkan
gumpalan darah yang bila tidak dihancurkan dapat menyebabkan strok dan serangan
jantung. Selain contoh tersebut, terdapat banyak aplikasi bioteknologi di
bidang medis sebagai berikut.
Sel Punca
Sel
punca adalah jenis sel khusus dengan kemampuan membentuk ulang dirinya dan
dalam saat yang bersamaan membentuk sel yang terspesialisasi. Aplikasi
Terapeutik Sel Stem Embrionik pada Berbagai Penyakit Degeneratif. Dalam Cermin
Dunia Kedokteran, meskipun kebanyakan sel dalam tubuh seperti jantung maupun hati
telah terbentuk khusus untuk memenuhi fungsi tertentu, stem cell selalu berada
dalam keadaan tidak terdiferensiasi sampai ada sinyal tertentu yang
mengarahkannya berdiferensiasi menjadi sel jenis tertentu. Kemampuannya untuk
berproliferasi bersamaan dengan kemampuannya berdiferensiasi menjadi jenis sel
tertentu inilah yang membuatnya unik . Karakteristik biologis dan diferensiasi
stem cell fokus pada mesenchymal stem cell. Cermin Dunia Kedokteran
Aplikasi
dari sel punca diantaranya adalah pengobatan infark jantung yaitu menggunakan
sel punca yang berasal dari sumsum tulang untuk mengganti sel-sel pembuluh yang
rusak (neovaskularisasi). Aplikasi terapeutik sel stem embrionik pada berbagai
penyakit degeneratif. Cermin Dunia Kedokteran . Selain itu, sel punca diduga
dapat digunakan untuk pengobatan diabetes tipe I dengan cara mengganti sel
pankreas yang sudah rusak dengan sel pankreas hasil diferensiasi sel punca. Hal
ini dilakukan untuk menghindari reaksi penolakan yang dapat terjadi seperti
pada transplantasi pankreas dari binatang. Sejauh ini percobaan telah berhasil
dilakukan pada mencit
Bioteknologi bidang pertanian
Dewasa ini perkembangan industri maju dengan pesat.
Akibatnya,
banyak lahan pertanian yang tergeser, lebih-lebih di
daerah
sekitar perkotaan. Di sisi lain kebutuhan akan hasil pertanian
harus
ditingkatkan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.
Untuk
mendukung hal tersebut, dewasa ini telah dikembangkan
bioteknologi
di bidang pertanian. Beberapa penerapan bioteknologi
pertanian
sebagai berikut.
1) Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen
Nitrogen
(N2) merupakan unsur esensial dari protein DNA
dan
RNA. Pada tumbuhan polong-polongan sering ditemukan nodul
pada
akarnya. Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium
yang
dapat mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga tumbuhan
polong-polongan
dapat mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri.
Dengan
bioteknologi, para peneliti mencoba mengembangkan
agar
bakteri Rhizobium dapat hidup di dalam akar selain tumbuhan
polong-polongan.
Di samping, itu juga berupaya meningkatkan
kemampuan
bakteri dalam mengikat nitrogen dengan teknik
rekombinasi
gen.
Kedua
upaya di atas dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan
penggunaan
pupuk nitrogen yang dewasa ini banyak
digunakan
di lahan pertanian dan menimbulkan efek samping yang
merugikan.

2) Pembuatan tumbuhan tahan hama
Tanaman
yang tahan hama dapat dibuat melalui rekayasa
genetika
dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Contohnya, untuk
mendapatkan
tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukan
gen
yang menentukan sifat kebal penyakit. Gen tersebut, kemudian
disisipkan
pada sel tanaman kentang. Sel tanaman kentang
tersebut,
kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang
tahan
penyakit. Selanjutnya tanaman kentang tersebut dapat diperbanyak
dan
disebarluaskan.
Bioteknologi bidang peternakan
Dengan bioteknologi dapat dikembangkan produk-produk
peternakan.
Produk tersebut, misalnya berupa hormon pertumbuhan
yang
dapat merangsang pertumbuhan hewan ternak. Dengan
rekayasa
genetika dapat diciptakan hormon pertumbuhan hewan
buatan
atau BST (Bovin Somatotropin Hormon). Hormon tersebut
direkayasa
dari bakteri yang, jika diinfeksikan pada hewan dapat
mendorong
pertumbuhan dan menaikkan produksi susu sampai
20%.

Bioteknologi bahan bakar masa depan

Kamu sudah mengetahui bahwa bahan bakar minyak
termasuk
sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Oleh karena itu,
suatu
saat akan habis. Hal itu merupakan tantangan bagi para
ilmuwan
untuk menemukan bahan bakar pengganti yang diproduksi
melalui
bioteknologi.
Saat
ini telah ditemukan dua jenis bahan bakar yang diproduksi
dari
fermentasi limbah, yaitu gasbio (metana) dan gasahol
(alkohol).
Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan
minyak,
antara lain adalah biogas dan gasohol. Biogas dibuat dalam
fase
anaerob dalam fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. Pada
fase
anaerob akan dihasilkan gas metana yang dibakar dan digunakan
untuk
bahan bakar.
Di negara Cina, dan India terdapat beberapa kelompok
masyarakat
yang
hidup di desa yang telah menerapkan teknologi
fermenter
gasbio untuk menghasilkan metana. Bahan baku teknologi
fermenter
tersebut adalah feses hewan, daun-daunan, kertas,
dan
lain-lain yang akan diuraikan oleh bakteri dalam fermenter.
Sedangkan
teknologi gasohol telah dikembangkan oleh
negara
Brazil sejak harga minyak meningkat sekitar tahun 1970.
Gasohol
dihasilkan dari fermentasi kapang terhadap gula tebu yang
melimpah.
Gasohol bersifat murah, dapat diperbarui dan tidak
menimbulkan
polusi.
Bioteknologi pengolahan limbah

Kaleng, kertas bekas, dan sisa makanan, sisa aktivitas
pertanian
atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak
dikehendaki
oleh manusia. Bahan-bahan tersebut dinamakan limbah
atau
sampah. Keberadaan limbah sangat mengancam lingkungan.
Oleh
karena itu, harus ada upaya untuk menanganinya. Penanganan
sampah
dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan
ditimbun,
dibakar, atau didaur ulang. Di antara semua cara tersebut
yang
paling baik adalah dengan daur ulang.
Salah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah
diuji
pada
beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis. Proses
pirolisis
yaitu proses dekomposisi bahan-bahan sampah dengan
suhu
tinggi pada kondisi tanpa oksigen. Dengan cara ini sampah
dapat
diubah menjadi arang, gas (misal: metana) dan bahan
anorganik.
Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai
bahan
bakar. Kelebihan bahan bakar hasil proses ini adalah
rendahnya
kandungan sulfur, sehingga cukup mengurangi tingkat
pencemaran.
Bahan hasil perombakan zat-zat makroorganik (dari
hewan,
tumbuhan, manusia ataupun gabungannya) secara biologiskimiawi
dengan
bantuan mikroorganisme (misalnya bakteri, jamur)
serta
oleh hewan-hewan kecil disebut kompos.
Dalam pembuatan kompos, sangat diperlukan mikroorganisme.
Jenis
mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan kompos
bergantung
pada bahan organik yang digunakan serta proses
yang
berlangsung (misalnya proses itu secara aerob atau anaerob).
Selama
proses pengomposan terjadilah penguraian, misalnya
selulosa,
pembentukan asam organik terutama asam humat yang
penting
dalam pembuatan humus. Hasil pengomposan bermanfaat
sebagai
pupuk.
Bioteknologi dapat diterapkan dalam pengolahan limbah,
misalnya
menguraikan minyak, air limbah, dan plastik. Cara lain
dalam
mengatasi polusi minyak, yaitu dengan menggunakan
pengemulsi
yang menyebabkan minyak bercampur dengan air
sehingga
dapat dipecah oleh mikroba. Salah satu zat pengemulsi,
yaitu
polisakarida yang disebut emulsan, diproduksi oleh bakteri
Acinetobacter
calcoaceticus. Dengan bioteknologi, pengolahan
limbah
menjadi terkontrol dan efektif. Pengolahan limbah secara
bioteknologi
melibatkan kerja bakteri-bakteri aerob dan anaerob.
DAFTAR PUSTAKA
Alghifari, 2010 . Statistika
Induktif ; Biologi (Bioteknologi). Banda Aceh. YKPN
Banda
aceh
Anyoman, 2010 . Pedoman
Penyusunan Penelitian, FEUPN
“Veteran” Aceh Timur .Banda Aceh
Azwar, 2010 . Reabilitas
……….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar